TAHUKAH ANDA: Patih Gajah Mada Adalah Orang Minang ?

TAHUKAH ANDA:  Patih Gajah Mada Adalah Orang Minang ?
Gajah Mada berasal dari Sumatera, dengan asumsi bahwa kata Mada itu di Minangkabau berarti bandel, sementara di Jawa tidak ada kata Mada dalam kosa kata bahasanya. Selain itu gelar Gajah juga diambil dari asal nama binatang yang berada di pulau Andalas itu

Kabarantau.com - Bermula dari ekspedisi Pamalyu yang dilakukan Oleh Kerajaan Singosari. tujuan dari ekspedisi ini adalah untuk menghambat laskar Mongol menuju Selatan ke arah Jawa Dwipa.1 Di samping itu tugas lain dalam Ekspedisi Pamalayu yang dititahkan oleh Kertanegara kepada Mahesa Anabrang adalah menguasai kerajaan dipulau sumatera termasuk kerajaan Minang Kabau.

Dari sinilah cerita Gajah mada berawal, Dikerajaan Darmasraya para prajurit singosari sampai disana dengan membawa bala tentara yang terkenal dengan kehebatanya dalam berperang.

Ketika melakukan diplomatik ke kerajaan darmasraya, diceritakan bahwa kerajaan darmasraya tidak bersedia tunduk terhadap singosari kala itu, singkat cerita terjadi adu kerbau antara Kerajaan darmasraya dengan singosari. Kala itu seorang pemuda desa di kerajaan darmasraya yang memiliki postur tubuh yang tinggi kekar atau berbadan besar, yang disebut Gajah ( karena berbadan beasar) Dia si pemuda tersebut sering datang dan bermain ditempat para prajurit singosari berada.

Melihat hal tersebut pemuda yang lain tidak suka melihat nya bermain atau datang kebarak prajurit Singosari, sehingga diperingatkan lah teman-temanya, bahwa sanya prajurit singosari adalah musuh, katena mereka datang untuk mensklukkan kerajaan mereka. Akan tetapi pemuda tersebut tetap saja sering datang ketempat prajurit dingosari berada. Dari situlah sebutan Gajah Mada berasal, karena tidak bisa dilarang dan diperingatkan makanya dia disebut Mada atau mada (dalalam bahasa Minang) 'Gajah Mada' Sebutan untuk seseorang berbadan Besar yang Bandel.

Karena sering di sebut Gajah mada oleh teman-temanya prajurit singisari pun memanggil pemuda itu dengan sebutan Gajah Mada. Proses diplomatic selesai dan para Bala tentara singosari yang dipimpin oleh mahesa Anabrang pulang dengan membawa Putri kerajaan Darmasraya Yaitu Dara Petak dan Dara Jingga.

Ahirnya mahesa Anabrang yang melihat postur Gajah Mada tertarik untuk menjadikan Prajurit dan di ajaklah si Gajah Mada pergi kesingosari bersama rombongan bala tentara singosari.

Berdasarkan cerita itulah timbul asumsi bahwa Maha Patih gajah Mada berasal Dari minangkabau ( orang Minang). Ditambah ditemukannya Kapal gajah mada diperairan selat sunda, sehingga menambah kuatnya asumsi bahwa gajah mada mau pulang kedaerah kelahiranya dan sayang perahu yang dia bawa tenggelam diperairan laut sunda.

Namun, tidak ada satu pun orang yang dapat mengungkap misteri asal-usulnya bahkan tentang akhir hidupnya. Bukan saja tentang asal-usul dan kematiannya, tentang strategi politik menuju posisi puncak di Majapahit serta strategi perangnya menguasai Nusantara juga masih menyimpan banyak misteri yang tak terjawab hingga kini.



Tidak ada satu sumber pun yang dapat dijadikan rujukan untuk mengetahui asal Gajah Mada dan siapa orang tuanya. Para sejarawan bersilang pendapat tentang asal usulnya. Ada yang menyebut Gajah Mada berasal dari Sumatera, tepatnya dari Minangkabau dengan asumsi bahwa kata Mada itu di Minangkabau berarti bandel, sementara di Jawa tidak ada kata Mada dalam kosa kata bahasanya.


Selain itu gelar Gajah juga diambil dari asal nama binatang yang berada di pulau andalas itu. Asumsi ini diperkuat dengan kedekatan hubungan antara Gajah Mada dan Adityawarman (pendiri kerajaan Pagaruyung), seorang pangeran Majapahit berdarah Sumatera, kemungkinan Adityawarman lah yang membawa Gajah Mada ke Majapahit.

Berikut adalah beberapa hipotesa seputar asal usul Gajah Mada, yaitu :

  • Berdasarkan Folklore masyarakat Buton dan Liya, Gajah Mada berasal dari Buton. Ayahnya bernama Si Jawangkati pendatang asal Johor/Melayu dan ibunya Lailan Manggraini, keturunan Raden Wijaya (Menantu Kertanegara yang kemudian menjadi raja Majapahit).
  • Gajah Mada berasal dari Sumatera, dengan asumsi bahwa kata Mada itu di Minangkabau berarti bandel, sementara di Jawa tidak ada kata Mada dalam kosa kata bahasanya. Selain itu gelar Gajah juga diambil dari asal nama binatang yang berada di pulau Andalas itu. Asumsi ini diperkuat dengan kedekatan hubungan antara Gajah Mada dan Adityawarman (pendiri kerajaan Pagaruyung), seorang pangeran Majapahit berdarah Sumatera, kemungkinan Adityawarman lah yang membawa Gajah Mada ke Majapahit.
  • Gajah Mada berasal dari Bali. Masyarakat Bali mempercayai cerita turun temurun yang menyebutkan bahwa, ibu Gajah Mada berasal dari Bali. Sumber lain, seperti babad dan prasasti menyebutkan bahwa, ayah Gajah Mada adalah Menak Madang, atau cucu Begawan Sukerti (Gajah Mada Wetboek), kemudian istri Gajah Mada, Ken Bebed dan Ni Luh Ayu Sekarini, ibunya Aria bebed. (Prasasti Aria Bebed), juga Gajah Mada hubungannya dengan Raja Bali Bedhamuka (Babad Pungakan Timbul), serta Gajah Mada hubungannya dengan Hyang Kepakisan (Babad Triwangsa).
  • Ada juga yang mengatakan Gajah Mada berasal dari Bima. Sebagian warga dusun Ncuhi percaya mereka mempunyai silsilah darah dengan Patih Gajah Mada.
  • Pendapat lain mengatakanbahwa, Gajah Mada berasal dari suku Dayak Krio di Kalimantan Barat. Hal ini merujuk pada kisah nenek moyang suku Krio yang menceritakan tentang seorang Panglima besar Dayak bernama Jaga Mada yang diutus ke Jawa Dwipa untuk menguasai tanah Jawa.
  • Kemudian yang sedikit mengejutkan adalah ada yang menyatakan bahwa Gajah Mada berasal dari Mongol. Gajah Mada disebutkan sebagai utusan Raja Kubilai Khan yang dikastrasi dengan gelar Gajah Mada. Kerajaan Majapahit muncul bersamaan dengan munculnya Patih Gajah Mada. Hilangnya Patih Gajah Mada juga bersamaan dengan hilangnya kerajaan Majapahit.Dikatakan bahwa Gajah Mada adalah Patih yang memperbudak Raja-nya untuk kekuasaan kerajaan Cina dibawah Kubilai Khan.

Pertanyaannya adalah, kenapa banyak sekali wilayah menginginkan sebagai tempat asal Gajah Mada? Kedua, apakah benar Gajah Mada berniat menyatukan Nusantara dalam rangka membendung serangan pasukan Mongol?