Minanga Kanwa, Film Drama Musikal Minang Pertama Di Dunia

Minanga Kanwa, Film Drama Musikal Minang Pertama Di Dunia
Setelah sebelumnya sukses dalam film Salisiah Adaik (2013), kini Ferdinand Almi yang akrab disapa Ajo ini tengah sibuk mempersiapkan film bergenre drama musikal dengan judul Minanga Kanwa.

Kabarantau.com - Kecintaan terhadap budaya Minang dapat diwujudkan dalam berbagai hal. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh Ferdinand Almi, alumnus Insitut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang yang membuat karya minang lewat film.

Setelah sebelumnya sukses dalam film Salisiah Adaik (2013), kini Ferdinand Almi yang akrab disapa Ajo ini tengah sibuk mempersiapkan film bergenre drama musikal dengan judul Minanga Kanwa.

Pada film Salisiah Adaik, Ajo mengangkat cerita tentang perbedaan adat pernikahan yang ada di Sumatera Barat yaitu daerah Payakumbuh dan Pariaman. Film ini berhasil meraih penghargaan sebagai Film Daerah Terpilih dalam ajang Festival Piala Maya 2014 dan telah diputar di beberapa daerah di Sumbar dan luar Sumbar serta menjadi bahasan oleh beberapa kampus.

"Film Minanga Kanwa ini dibuat dengan format drama musikal dan mengangkat isu tentang keminangan. Banyak hal nantinya akan diperkenalkan tentang budaya minang dimana tujuan utamanya yaitu memperkenalkan kembali apa itu Minangkabau kepada generasi muda minang," ujar Ajo.

Film ini dikatakannya berawal dari kegelisahan dirinya melihat generasi muda Minang yang sudah tidak tahu lagi mengenai adat dan budayanya sendiri. Bahkan ada yang merasa gengsi dan malu dengan budaya Minang serta kesenian-kesenian minang itu sendiri.

Lewat film Minanga Kanwa ini ia mencoba kembali mengenalkan apa itu Minangkabau, asal usulnya, budaya adat istiadatnya dalam adegan film yang berlokasi di beberapa kota di Sumbar seperti Payakumbuh/Limapuluh Kota, Batusangkar, dan Padangpanjang ini.

"Penyampaiannya sendiri dikemas dengan konsep drama musikal agar lebih mudah dicerna oleh anak-anak dan bisa ditonton oleh semua lapisan usia. Film ini juga mencoba memperkenalkan kembali apa itu Minang kepada generasi muda sekarang. Saya sendiri cukup prihatin melihat pergaulan anak-anak sekarang yang sudah tidak kenal Kato Nan Ampek dan berbagai kebiasaan adat kita yang banyak mengandung nilai moral," kata sutradara sekaligus CEO Brisickzz Production ini.

Ajo menjelaskan, film Minanga Kanwa ini bercerita tentang petualangan 4 orang anak yang berasal dari tiga daerah berbeda yaitu Pariaman, Payakumbuh dan Solok. Hal ini membuat film Minanga Kanwa kaya akan bahasa.

"Melaui tokoh utama film yang berbeda daerah ini, kami juga ingin memberitahukan bahwa kita di Ranah Minang juga sangat kaya akan bahasa. Setiap daerah punyai ciri khas tersendiri," jelas Ferdinand Almi.

Brisickzz Production juga berharap kepada semua pihak agar mendoakan film ini bisa menembus jaringan bioskop nasional, agar film ini bisa dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia dan semua orang tua sehingga dapat mengenal budaya di Ranah Minang.

"Together we take Minang to the whole world," ujar Ferdinand Almi

Untuk yang penasaran dengan cuplikan trailer film Minanga Kanwa ini dapat menontonnya di akun Instagramnya @BrisickzzProduction. Sedangkan untuk penayangannya sendiri, Ferdinand masih belum bisa membeberkannya mengingat masih adanya proses perizinan yang dilakukannya sebelum tayang.