6 Bangunan di Luar Negeri yang Mengadopsi Rumah Adat Indonesia

6 Bangunan di Luar Negeri yang Mengadopsi Rumah Adat Indonesia
Rumah adat yang ada disetiap daerah di Indonesia, banyak memiliki keunikan dan teknik/desain yang sangat menakjupkan. Coba kamu perhatikan salah satu rumah adat, misalnya Rumah Gadang di Sumatera Barat, atau Rumah Tongkonan di Sulawesi Selatan, apa yang terpikir di benakmu tentang rumah-rumah ini? Wuihh, wow, kereen.

Kabarantau.com - Saat kamu berkunjung dari daerah tempat tinggalmu ke luar daerah, misalnya dari Jawa ke Sumatera, atau dari Kalimantan ke Bali. Pasti dijalan-jalan yang kamu lalui pandanganmu akan tertarik kepada sesuatu yang tidak ada atau jarang kamu lihat di keseharian. Salah satunya adalah bentuk bangunan atau rumah di daerah yang kamu kunjungi bukan?

Yup, Sebagai sebuah negeri kepulauan yang kaya akan keanekaragaman budaya dan bahasa daerah, Indonesia juga memiliki kekayaan khas berupa jenis-jenis rumah tradisional atau bangunan adat yang beraneka ragam, mulai dari ujung barat hingga ujung timur nusantara.

Rumah adat yang ada disetiap daerah di Indonesia, banyak memiliki keunikan dan teknik/desain yang sangat menakjupkan. Coba kamu perhatikan salah satu rumah adat, misalnya Rumah Gadang di Sumatera Barat, atau Rumah Tongkonan di Sulawesi Selatan, apa yang terpikir di benakmu tentang rumah-rumah ini? Wuihh, wow, kereen.

Nah, seperti apa ekspresimu jika melihat bangunan atau rumah adat Indonesia saat berkunjung di luar negeri? Hmmm... Memang ada ya?

Baiklah, untuk menjawab pertanyaan diatas, berikut 6 bangunan di luar negeri yang mengadopsi rumah adat Indonesia :

1. Rumah Gadang di Belanda

Kamu tentu familiar dengan rumah khas masyarakat Minangkabau yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Rumah yang juga disebut dengan rumah Bagonjong oleh masyarakat sekitar memiliki bentuk yang unik dimana bentuk puncak atapnya runcing menyerupai tanduk kerbau.

Keunikan bentuk rumah tradisional dari Indonesia ini memberikan inspirasi pada pengelola sebuah theme park di Belanda. Bangunan dengan model serupa bisa kalian jumpai kala berkunjung ke Taman Efteling yang terletak di Kaatsheuvel.

Para pengunjung yang datang ke taman hiburan tersebut akan langsung disambut oleh sebuah bangunan yang mirip dengan rumah Gadang yang tidak lain merupakan sebuah gerbang menuju taman. Gerbang ini sangat populer dan diberi nama The House of the Five Senses, modelnya diilhami dari rumah tradisional Minangkabau.

2. Pura Bali di Belgia

Siapa sangka jika Pura di Bali yang begitu terkenal bisa dijumpai di negeri orang . Di Belgia terdapat sebuah taman yang merefleksikan Indonesia dalam ukuran yang mini . Taman tersebut bernama The Kingdom of Ganesha. Nama tersebut dipilih sebagai penghargaan dan kehormatan untuk bangsa Indonesia.

Cobalah masuk ke dalam taman, suasana yang Indonesia banget akan langsung nampak di sana . Yang paling mengejutkan adalah adanya Pura Agung Shanti Buwana yang terkenal di Bali juga ada di taman ini bahkan dalam ukuran yang sama. Tidak hanya itu saja, pura ini dibangun di atas sawah bertingkat ala sawah di Ubud. Keeren!

3. Rumah Adat Batak di Jerman

Rumah adat suku Batak tidak hanya dapat dijumpai di Indonesia saja lho. Cobalah untuk datang ke Kota Waperloh, negara bagian Niedersachsen, Jerman Utara. Anda akan tercengang melihat rumah adat Batak berdiri tegak di sana.

Rumah adat Batak yang ada di Jerman ini sudah ada sejak tahun 1978 dan dibangun atas inisiatif pastor Matthus. Kini rumah khas salah satu suku di Indonesia ini berfungsi sebagai museum dan menjadi objek wisata bagi masyarakat Jerman.

4. Rumah Tradisional Minangkabau di Rotterdam

Nampaknya Belanda adalah negara yang paling terilhami dengan bangunan khas Indonesia. Setelah taman Efteling yang mengadopsi bentuk rumah Gadang sebagai gerbang taman bermainnya, bangunan model serupa juga dapat ditemui di Kralingse Bos sebuah hutan kota di Rotterdam.

Bangunan yang terinspirasi dari rumah adat Minangkabau ini ternyata adalah sebuah restoran bernama Indisce Restaurant. Meski memiliki model rumah Gadang namun makanan yang tersaji di sana bukan makanan padang namun kebanyakan menu orang bule.

5. Rumah Panggung Woloan Tomohon yang dipesan hingga Dubai

Ternyata rumah adat Indonesia juga bisa jadi lahan bisnis lho. Seperti produksi perajin rumah panggung berbahan dasar kayu di Kelurahan Woloan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, tembus pasar Dubai, Uni Emirat Arab, serta beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.

Yups, rumah panggung khas Minahasa ini selain menembus pasar Timur Tengah,  produksi rumah panggung juga menembus pasar Asia Tenggara seperti Malaysia dan Filipina Lho.

Kelurahan Woloan Kota Tomohon sudah ditetapkan pemerintah daerah sebagai kawasan industri rumah panggung di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Sejak ditetapkan beberapa tahun lalu sebagai kawasan pengrajin rumah panggung, sudah mampu penuhi permintaan baik dari daerah lain di Indonesia juga permintaan dari beberapa negara.

Rumah panggung Minahasa selain ke lima negara tersebut juga sudah merambah negara-negara di Benua Eropa, Asia dan Amerika," kata kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, T Hasudungan Siregar seperti ditulis Antara Manado, Kamis (28/4/2016).

6. Rumah Joglo di Slovenia

Sebuah rumah berarsitektur joglo berdiri megah di Eropa, tepatnya di Kebun Raya Arboretum, Slovenia.

Rumah joglo sumbangan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta ini dirancang secara khusus di Yogyakarta sejak 2013 untuk disesuaikan dengan kondisi iklim empat musim di Slovenia yang sangat berbeda dengan iklim tropis di Indonesia.
Peresmian rumah ini dilakukan oleh Dubes RI untuk Austria dan Slovenia Rachmat Budimanbersama Menteri Kebudayaan Slovenia Uros Grilc, Rabu (23 April 2014) waktu setempat.

Saat peresmian, para tamu juga disuguhi aneka hidangan masakan dan penganan Indonesia antara lain nasi goreng, bihun goreng, rendang, sate ayam, martabak telor, risoles, bakwan, kue lumpur dan lapis legit.

Slovenia merupakan negara sahabat yang merupakan akreditasi dari KBRI/PTRI Wina. Negara ini merdeka pada tahun 1991 setelah memisahkan diri dari Yugoslavia. Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik dengan Slovenia sejak tahun 1992.