Kisah Datuak Kayo dari Solok Selatan yang Masih Muda

Kisah Datuak Kayo dari Solok Selatan yang Masih Muda

Kabarantau.com - Datuak di Minangkabau berperan penting dalam jalannya proses kehidupan adat-istiadat. Ia bisa saja menjadi pengendali, pengarah, pengawas, pelindung terhadap anak kemenakan. Serta menjadi lambang suku dalam kehidupan bermasyarakat.

Diantara ratusan niniak mamak Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan yang hadir dalam tradisi makan basamo jelang turun kesawah terdapat sosok yang begitu mencolok, yaitu datuak dengan usia muda.

Pemuda itu bernama Syafri Doni. Dia menyandang gelar adat sebagai Datuak Kayo saat masih berusia 3 tahun, dia sudah diangkat menjadi pemimpin oleh kaumnya, suku Punai Lundang. Saat ini umur Syafri Doni Datuak Kayo sudah 19 tahun, dan dia sudah menyandang gelar adat selama 16 tahun.

Syafri Doni diangkat menjadi pemimpin suku oleh kaumnya, saat datuak sebelumnya meninggal dunia tahun 2000 silam. Di Minangkabau hal ini lazim disebut dengan mati batungkek budi, dimana pimpinan adat bisa diganti jika ia telah meninggal dunia.

Kala itu hanya tongkat kepemimpinan harus jatuh ke tangan Syafri Doni. Dan atas kesepekatan bersama Niniak Mamak yang 146 beserta anak cucu kemanakan suku Panai Lundang, maka diangkatlah Syafri Doni menjadi pemimpin Suku Panai Lundang.

Ketua KAN Koto Baru Jallaludin Datua Rajo di Lelo yang mendampingi Syafri Doni saat ditemui KLIKPOSITIF mengatakan, jika Syafri Doni Datuak Kayo tidak diangkat menjadi penghulu atau datuak untuk kaumnya pada 16 tahun yang silam, maka ditakutkan akan terjadi kekosongan pimpinan di suku Panai Lundang. Jika terjadi kekosongan maka dimasa depan akan sulit melakukan proses pengangkatan seorang datuak karena mambangkik batang taradam itu susah.

"Jadi dengan diangkat Syafri Doni jadi datuak atau penghulu di suku Panai Lundang maka masyarakat banyak akan tetap tahu kalau di suku Panai Lundang tersebut ada seorang penghulu atau datuak yang menjadi niniak mamak untuk kaumnya," katanya.

Dalam pergaulan dengan teman sebaya, Syafri Doni lebih dihormati oleh kawan-kawan sebaya dengan adanya gelar datuak tersebut. Dan dalam proses acara adat, walaupun berusia sangat muda, namum Syafri Doni Datuak Kayo di mata datuak yang usianya lebih tua tetap dipandang sama, tetap dihormati, tetap pendapat dia didengarkan atau dalam pepatah Minangnya duduak samo randah, tagak samo tinggi.

Sumber