WOW, 400 Pengusaha Luar Negeri Siap Ramaikan Investasi di Sumbar

WOW, 400 Pengusaha Luar Negeri Siap Ramaikan Investasi di Sumbar
“alasan mengfokuskan investasi ke bidang pariwisata, karena Sumbar terkenal dengan wisatanya yang indah seperti, wisata pantainya, pegunungannya dan wisata kulinernya“

Kabarantau.com - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat (Sumbar), Maswar Dedi mengatakan, akan ada sekitar 400 orang pengusaha luar negeri menjajaki Sumbar pada kegiatan Regional Investment Forum (RIF) yang diselenggarakan pada 15-17 Oktober 2017 nanti.

Pada rangkaian kegiatan itu, kata Dedi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno akan memperkenalkan langsung destinasi wisata seperti, Gunung Padang dan Kawasan Wisata Mandeh di Pesisir Selatan. "Setelah kami presentasikan, mereka akan diajak keliling pulau untuk melihat langsung potensi wisatanya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, alasan mengfokuskan investasi ke bidang pariwisata, karena Sumbar terkenal dengan wisatanya yang indah seperti, wisata pantainya, pegunungannya dan wisata kulinernya. Target itu diharapkan nantinya untuk membangun infrastruktur pendukung wisatanya, seperti penginapan, resort dan lainnya.

Sebelumnya, pada pertemuan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI dan Duta Besar dari berbagai negara untuk Indonesia. Pada pertemuan tersebut, Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, kegiatan RIF yang akan digelar di Kota Padang sudah dipersiapkan segala halnya.

"Jadi pada RIF nanti akan ada diselenggarakan seminar dan promosi potensi investasi di Sumbar, seperti tempat wisata dan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata," ucapnya.

Terkait payung hukum atas kenyamanan investasi, katanya, pemerintah bersama DPRD Sumbar saat ini sedang menggodok Perda Zonasi. "Sekarang lagi dalam pembahas paripurna DPRD, Insha Allah akan rampung dalam waktu dekat sembari menunggu jadi Perda jadi kami tetap jalan," sebutnya.

Terakhir, kata Dedi, RIF akan dihadiri pengusaha dari negara yang akan datang itu di antara negera-negara besar yang ada di Eropa, Timur Tengah dan Asia.

[Joni Abdul Kasir]