Ondeh Mandeh ! Pasangan Asli Jepang Ini Disambut Meriah Ketika Nyanyikan Lagu Minang

Ondeh Mandeh ! Pasangan Asli Jepang Ini Disambut Meriah Ketika Nyanyikan Lagu Minang

Kabarantau.com - Kejutan yang sangat menarik kemarin muncul saat pembukaan Minangkabau Week di Tokyo yang berlangsung Juli lalu.

Sepasang suami istri menggunakan pakaian Minang bernyanyi tiga lagu menggunakan gitar saja. Semula keduanya disangka orang Minang asli, ternyata orang Jepang berasal dari Perfektur Yamanashi, tetangga Tokyo. "Kami bernyanyi sudah lama sekali, sudah 18 tahun memang profesional, tetapi pertama kali menyanyikan lagu Minangkabau dan berpakaian Minang seperti ini, senang sekali saya disangka orang Indonesia," kata Katsu Mizumachi dan Miho Mizumachi, kepada Tribunnews.com).

Dua lagu Minang, Ayam Den Lapeh dan Bareh Solok ternyata mendapat sambutan sangat meriah dari sekitar 200 pengunjung yang hadir. Meski hanya latihan selama dua minggu, penampilan keduanya menyanyikan lagu Minang tersebut sangat menarik. "Saya kira tadinya dia orang Indonesia, mirip sekali ya? Keduanya pakai pakaian asli Minang dan agak hitam-hitam sangat mirip dengan orang Minang," kata Ricky Suhendar, Koordinator fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo kepada Tribunnews.com.

Nyanyian Minang mendapat sambutan sangat meriah, dan satu lagu kesukuan yang mirip nadanya dengan lagu Minang, ternyata asli lagu daerah Perfektur Yamanashi tempat tinggal mereka. "Lagu Jepang itu kami aransir sendiri pakai bahasa lokat Yamanashi, syukurlah kalau terdengar seperti lagu Minang," kata Miho.

Suami istri ini Desember tahun lalu selama dua minggu keliling kota-kota di Indonesia baik Aceh, Padang, Bukittinggi dan Mentawai. Di Padang mereka dikenalkan dengan Edi Utama fotografer profesional Minang yang akhirnya Edi meminta keduanya membawakan lagu Minang saat acara Minangkabau Week yang juga dihadiri Edi. Selain ke kota-kota tersebut keduanya juga ke Universitas Bung Hatta untuk pertukaran budaya khususnya ke jurusan bahasa Jepang.

"Senang kami bisa kenalan dan ngobrol bersama anak-anak Minang dalam bahasa Jepang di sana," tambah Miho lagi. Profesionalisme penyanyi dan pembuat lagu keduanya, diakui mulai sejak 18 tahun lalu. Suaminya semula pemain band rock sedangkan sang istri lulusan sekolah musik di Jepang. Mereka spesialis membuat lagu kesukuan, lagu tradisional, memadukan berbagai lagu tradisional misalnya dari Inggris, Irlandia, Jepang menjadi sebuah lagu khusus dibuat oleh mereka. Kemudian dibuat CD dan dijual.

"Penjualan paling banyak di Jepang. Tetapi kalau ke luar negeri harus bawa CD musik kami karena pasti terjual, semua orang di berbagai negara tampaknya tertarik dengan CD kami dari Jepang ini," papar Katsu.

Mereka berjanji akan kembali lagi suatu saat ke Indonesia.

"Senang sekali mengunjungi Indonesia, orangnya juga ramah semua," kata Katsu. (*)

Sumber