Tahukah Anda : Film Dokumenter Sikola Baruak. Sang Beruk Pengantar Sarjana di Padang Pariaman

Tahukah Anda : Film Dokumenter Sikola Baruak. Sang Beruk Pengantar Sarjana di Padang Pariaman
Tahukah Anda : Film Dokumenter Sikola Baruak. Sang Beruk Pengantar Sarjana di Padang Pariaman

Kabarantau.com - Nagari Toboh Gadang di Padang Pariaman Sumatera Barat, memiliki sebuah 'sekolah' untuk hewan primata yang dalam bahasa lokal disebut Baruak. Baruak banyak digunakan oleh masyarakat di beberapa daerah di Sumatera Barat sebagai pemetik kelapa dan menjadi tradisi yang masih eksis sampai saat ini.

Yuang Oroh (65) lahir dari keluarga Pabaruak, sejak duduk di bangku sekolah dasar ia memutuskan untuk berhenti sekolah dan meneruskan profesi orang tuanya. Demi menghasilkan Beruk yang telaten dalam memetik buah Kelapa dan berharga mahal, mulai dari memilah, memelihara, melatih, jual-beli hingga tukar tambah beruk menyita waktunya sehari-hari.

Disebabkan keuntungan yang didapatkan tidak sebanding dengan kerja keras, profesi tersebut kini menjadi langka di Sumatera Barat. Ditambah lagi kesehatan Yuang Oroh yang terkikis usia, kini hanya tersisa 2 orang anak kandung dari Yuang Oroh yaitu Ris dan Masrizal yang masih bertahan menjadi Pelatih Beruk

Entah sejak kapan kemudian, nenek moyang orang Pariaman menggunakan Beruk atau Baruak dalam bahasa minang sebagai pemetik kelapa. Beruk atau dengan nama latin Macaca Nemestrina ini terbilang gampang untuk dilatih memetik kelapa.

Tingginya kebutuhan akan kelapa membuat kebutuhan akan beruk yang bisa memetik kelapa pun tinggi. Karena tidak semua beruk awalnya bisa memetik kelapa, muncullah semacam sekolah beruk atau dalam bahasa Minang Sikola Baruak.

Beruk-beruk yang masih dalam usia belia atau baru ditangkap biasanya akan masuk ke Sikola Baruak terlebih dulu. Mereka dilatih dalam berbagai tahapan. Mulai dari tahap penjinakkan agar tak takut dengan manusia sampai tahap cara memetik kelapa. Setelah bisa memetik kelapa biasanya Baruak akan dijual kembali kepada Pabaruak.

Namun, saat ini seiring perkembang zaman pekerjaan sebagai pelatih baruak di Sikola Baruak ternyata mulai ditinggalkan. Hal ini seiring pula dengan mulai berkurangnya para Pabaruak.

Tema inilah yang kemudian coba diangkat oleh Genggam Arsuma Oejoen atau yang akrab disapa Gery Arsuma. Gery yang waktu itu kuliah di Telkom University, Bandung, jurusan Ilmu Komunikasi konsentrasi di bidang Broadcasting mengangkat budaya Sikola Baruak sebagai sebuah tugas akhir dalam bentuk sebuah film dokumenter.

Menurut Gery keinginannya untuk membuat sebuah Film tentang budaya minang memang sudah lama, karena menurutnya alam minangkabau banyak menyajikan hal-hal unik mulai dari kuliner, alam, budaya dan tradisi. Gery pun mulai menggali beberapa ide untuk pembuatan filmnya.

Ide pembuatan film Sikola Baruak sendiri muncul ketika Gery merasa saat ini ia sangat jarang melihat Pabaruak lewat. Padahal dulu menurut Gery, waktu kecil ia sering sekali melihat orang membawa Baruak dengan sepeda.

Selain itu Gery juga berharap industri perfilman di Minangkabau terus tumbuh dan berkembang. Karena banyak hal dari ranah minang yang bisa diangkat melalui media film mulai dari budaya, tradisi, bentang alam, kuliner dan hal-hal lainnya.

Beberapa Festival Film yang diikuti dan penghargaan untuk Film Sikola Baruak:

– Best Documentary Festival Film ISI Padang Panjang 2015

– Nominasi Best Documentary Denpasar Film Festival 2016

– Nominasi Best Documentary Festival Film Tasikmalaya 2015

– Special Mention I Filmmaker International Film Festival Marbella 2016

– Official Selection Truedoc Documentary Festival 2016

– Official Selection European Film Festival (Mainstream & Underground) 2016

– Official Selection Roma Cinema Doc 2016

– Official Selection Miami Independent Film Festival 2016

– Official Selection Los Angeles Cine Fest 2016

– Official Selection Barcelona Planet Film Festival 2016