Jabal Rahmah, Musala Batu Menyerupai Goa Zaman Nabi di Universitas Andalas

Jabal Rahmah, Musala Batu Menyerupai Goa  Zaman Nabi di Universitas Andalas

Kabarantau.com - Biasanya bangunan masjid atau musala dibuat dari semen dan beton. Lain halnya dengan bangunan musala yang berada di puncak bukit Karimuntiang ini, yaitu Musala Jabal Rahmah. Bangunan Jabal Rahmah ini terbuat dari batu alam asli.  Tak aneh, jika musala ini disebut dengan musala batu. Pasalnya, memang seluruh bangunan musala terbuat dari batu. Hanya kubah dan lantainya saja yang tidak terbuat dari batu.

Musala batu ini terletak sekitar 25 km dari simpang kebun Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Untuk menuju musala Batu ini, kita harus melewati medan yang cukup berat. Jalan menanjak dan berbatu-batu menyulitkan pengunjung untuk melewatinya. Butuh waktu lebih kurang 20 menit untuk tiba di musala ini.

Sabtu siang (19/6), penulis bersama seorang teman mengunjungi musala yang berada di atas bukit Karimuntiang  ini. Belum banyak yang mengetahui keberadaan musala batu ini. Di samping karena baru dibangun, keberadaannya yang jauh dari aktivitas kampus juga menjadi alasan tidak banyak mahasiswa dan masyarakat mengetahuinya. Musala ini dibangun menyerupai arsitektur masjid zaman Nabi. Bangunan ini dibangun dengan tumpukan-tumpukan batu menyerupai goa. Sehingga kita merasa seperti berada di tanah Arab ketika mengunjungi musala batu ini.

Saat sampai di musala ini, pengunjung akan bisa merasakan sejuknya udara di sekitar musala karena adanya angin sepoi-sepoi khas perbukitan, ditambah lagi karena musala ini terletak di tengah perkebunan. Nuansa zaman Nabi cukup terasa dengan bangunan musala yang berbentuk goa. Memasuki ke dalam musala, terdapat mimbar untuk imam yang juga terbuat dari tumpukan batu. Hanya saja, atap dan lantai musala dibuat sedikit megah dan terdapat lampu gantung di langit-langit musala.

Musala ini dibangun oleh beberapa staf dan dosen Unand. Ide pembangunan musala batu ini sendiri datang dari Dekan Fakultas Pertanian Unand, Profesor Ardi. Menurutnya ide pembuatan musala terinspirasi dari banyaknya batu di sekitar bukit. "Karena banyaknya batu-batu besar yang tidak dimanfaatkan dan agar mahasiswa dan masyarakat sekitar tidak kesulitan untuk beribadah makanya dibangun musala ini," jelasnya.

Tak aneh jika banyak orang yang membicarakan musala batu ini karena keunikannya. Seperti Wenny, yang mengaku mengetahui musala batu ini dari teman-temannya di kampus, "Kata teman-teman ada musala batu di Unand, karena penasaran dengan keunikannya makanya mencoba mencari tahu dan mengunjungi musala batu ini," ujar mahasiswi jurusan Hukum ini. (Resvy)

Sumber