Sejarah Goa Jepang dan Saksi Bisu Penindasan Rakyat Indonesia.

Sejarah Goa Jepang dan Saksi Bisu Penindasan Rakyat Indonesia.
Sejarah Goa Jepang dan Saksi Bisu Penindasan Rakyat Indonesia.

Kabarantau. com – Wisata bersejarah sebagai saksi bisu penindasan Rakyat Indonesia. Ya Goa Jepang, terletak di Bukit Sianok, Bukittinggi Sumatra Barat.

Goa ini adalah saksi bisu penjajahan yang masih tersisa sampai sekarang di Indonesia tepatnya di Padang. Goa ini digunakan tentara Jepang sebagai tempat pertahanan tentara Jepang di Bukittinggi pada tahun 1942-1945.

Goa ini berukuran 1,5 km. namun demi keamanan kini hanya sepanjang 750 meter saja yang diizinkan dimasuki wisatawan. Diameter goa ini berukuran 3 hingga 4 meter dan diterangi lampu neon ditiap sisinya.

Sejarah Goa Jepang.

Keberadaan goa Jepang di Bukittinggi bukanlah suatu kebetulan, letaknya yang stategis di tengah pulau Sumatra, membuat kota ini sempat menjadi pusat komando pertahanan tentara Jepang di Sumatra.

Goa Jepang juga berfungsi sebagai dapur, ruang makan, tempat penyimpanan amunisi, barak, rumah sakit, ruang sidang, dengan total 27 ruangan kompleks lengkap, bahkan denah pun tertera di dinding pintu masuk.

Tahanan penduduk Indonesia dipaksa dengan kejam mengerjakan penggalian goa Jepang ini. Sejarah mengungkap tempat ini dulunya menyimpan mayat-mayat para tahanan yang mati atau gugur karena siksaan di dalam penjara yang terdapat di goa Jepang.

Bagian dinding goa masih dipertahankan sebagaimana awalnya yaitu bertekstur sekat yang dimana sebagai perdam gema suara di dalam goa. Sebelum memasuki goa, terdapat 132 anak tangga. Kedalaman goa dari permukaan tanah adalah 40 meter dengan panjang dan lebar goa sekitar 1.470 meter dan 2 meter.

Bagian ujung goa mengarah ke Sungai Sianok. Dimasanya terowongan goa ini sangat gelap dan dingin. Namun saat ini telah dilengkapi lampu dan ventilasi.