Lubang Jepang Bukittinggi, 5 Gua Jepang di Indonesia dengan Cerita Mengerikan

Lubang Jepang Bukittinggi,  5 Gua Jepang di Indonesia dengan Cerita Mengerikan
Lubang Jepang Bukittinggi, 5 Gua Jepang di Indonesia dengan Cerita Mengerikan

Kabarantau.com - Kemerdekaan Indonesia tidak bisa lepas dari perjuangan para pahlawan melawan bangsa lain, seperti Belanda dan Jepang.  Penjajah ingin menguasai Indonesia kerena kekayaan alam dan lain sebagainya. Setelah negera kita bebas, ada banyak jejak bersejarah sperti gua perlindungan dan kali ini Travelingyuk akan mengulasnya. Berikut adalah 5 peninggalan Jepang yang menjadi saksi bisu pengorbanan saudara kita. Memang sekarang  dibuka menjadi tempat wisata, tapi tetap punya sisi miris yang mengerikan.


Gue Jepang Pangandaran
Gue Jepang Pangandaran [image source]
Masih ingat dengan kerja keras romusha saat masa penjajahan Jepang? Nah, goa yang ada di Pangandaran ini adalah salah satu buatan pribumi pasa saat itu. Warga melakukan kerja paksa menggali parit puluhan meter, juga melubangi batu kapur. Ukurannya tidak terlalu besar dan menjadi tempat persembunyian tentara Jepang saat bergerilya.

Gua Jepang di Cagar Alam Pangandaran
Gua Jepang di Cagar Alam Pangandaran [image source]
Nama tempat : Gua Jepang Pengandaran

Lokasi: Cagar Alam Pangandaran, Pananjung, Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

Gua Jepang, Bandung
Gua Jepang, Bandung [image source]
Berbeda dengan Pangandaran, gua yang ada di Taman Hutan Raya Bandung memiliki 4 bagian berukuran besar-besar dan dibangun oleh oleh romusha. Dulunya difungsikan untuk penyimpanan amunisi, logistik, dan komunikasi radio di zaman perang. Selain itu, ada yang berfungsi sebagai penjara. Saat berkunjung ke sini, disediakan persewaan senter sebagai penerangan saat menelusuri gua.

Gua Jepang Bandung
Gua Jepang Bandung [image source]
Nama Tempat : Gua Jepang Taman Hutan Raya

Lokasi: Taman Hutan Raya Juanda, Ciburial, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat

Gua Jepang, Kaliurang
Gua Jepang, Kaliurang [image source]
Objek wisata Jogja punya lebih banyak gua peninggalan Jepang.  25 gua terhubung antara satu dan yang lainnya. Dibuat begitu karena memang  digunakan untuk bersembunyi dan berlindung dari serangan musuh. Lokasinya berada di kaki Gunung Merapi dan harus berjalan kaki lebih dulu. Coba saja berkunjung dan menelusuri satu-persatu, semuanya masih asli tanpa penerangan. Jangan ragu menggunakan guide yang ada, ya. Kabarnya, sempat ada turis yang tersesat di dalamnya, lho.

Trekking menuju Gua Jepang, Kaliurang
Trekking menuju Gua Jepang, Kaliurang [image source]
Nama tempat : Gua Jepang Jogja

Lokasi: Jalan Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Gua Jepang, Bali
Gua Jepang, Bali [image source]
Pulau Dewata rupanya tak hanya kaya akan pantai yang indah. Di sana juga terdapat peninggalan Jepang berupa gua, tepatnya di kawasan Klungkung. Buatan tahun 1940-1942 dan berfungsi sebagai tempat perlindungan. Terdapat sekitar 16 pintu,  2 di antaranya tidak berhubungan. Kabarnya, saat memasuki gua ini, bau darah sudah tercium karena dibangun dengan kerja paksa warga Bali, pembuatannya juga memakan banyak korban.

Mulut gua Jepang di Bali
Mulut gua Jepang di Bali [image source]
Nama tempat : Gua Jepang Bali

Lokasi : Desa Koripan,  Jl. Raya Banjarangkan, Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali

Lobang Jepang, Bukittinggi
Lobang Jepang, Bukittinggi [image source]
Peninggalan Jepang yang berlokasi di Bukittinggi ini bisa dibilang sebagai yang terseram. Terdapat sekitar 21 lubang dengan fungsi masing-masing, seperti ruang amunisi, istirahat, penjara, hingga pintu pelarian. Ada satu ruang yang disebut dapur. Bukan untuk memasak, lubang ini digunakan untuk penyiksaan hingga pemotongan jenazah yang sudah meninggal, lalu dibuang melalui saluran air di bawahnya. Yang mengaku bisa melihat makhluk halus, masih berani masuk?

Dalam Lobang Jepang Bukittinggi
Dalam Lobang Jepang Bukittinggi [image source]
Nama tempat : Gua Jepang, Bukittinggi

Lokasi: Jl. Panorama, Bukit Cangang Kayu Ramang, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat

Kalau sudah  terbayang pengorbanan para pahlawan dan masyarakat  zaman dulu untuk memperjuangkan kemerdekaan tanah air kita ini, masa menjaga kebersihan saja, kita masih malas-malasan, sih?