Inilah 5 Fakta Unik Dibalik Kemegahan Masjid Agung Sumatra Barat

Inilah 5 Fakta Unik Dibalik Kemegahan Masjid Agung Sumatra Barat
5 Fakta Unik Dibalik Kemegahan Masjid Agung Sumatra Barat

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat semakin serius dalam mengembangkan industri pariwisata berbasis syariah Islam, atau yang disebut dengan Wisata Halal. Sejumlah program disusun oleh Pemprov Sumbar melalui Rancangan Peraturan Daerah Wisata Halal. Nantinya, apabila Raperda Wisata Halal telah disepakati, maka Sumbar akan menjadi provinsi kedua yang memiliki Perda Wisata Halal setelah Nusa Tenggara Barat.

Nah, salah satu tempat yang akan dijadikan ujung tombak oleh Pemprov Sumbar dalam campaign Wisata Halal, tentunya adalah Masjid Raya Sumatra Barat yang terletak di Kota Padang. Berikut 5 fakta unik mengenai masjid terbesar di Sumatra Barat tersebut;

Wisata Padang

Masjid Raya Sumatra Barat dibangun di atas lahan seluas 40,98 hektar. Untuk bangunan utama masjid seluas 18.091 meter persegi. Dengan anggaran pembangunan mencapai Rp. 507,82 miliar, maka ke depannya kompleks bangunan akan dilengkapi pelataran, taman, menara, ruang serbaguna, fasilitas komersial, dan bangunan pendukung untuk kegiatan pendidikan.

Sebagai masjid terbesar di Provinsi Sumatra Barat, masjid ini mampu menampung sekitar 20.000 jamaah. Dengan rincian, pada lantai satu menampung 15.000 jemaah, sedangkan pada lantai 2 dan 3 sekitar 5.000 jamaah. Masjid Raya Sumatra Barat diresmikan sejak 7 Februari 2014.

Wisata Halal Sumbar

Arsitektur Masjid Raya Sumatera Barat adalah Rizal Muslimin, seorang arsitek yang berhasil menyingkirkan 322 arsitek lainnya melalui sistem sayembara dari berbagai negara pada tahun 2007. Untuk eksterior Masjid Raya Sumatera Barat ini, terdapat ukiran yang menampilkan kaligrafi dan motif kain songket khas Minangkabau.

Pada bagian ruang utama, memiliki interior yang menarik dan unik. Di bagian mihrabnya dibuat menyerupai bentuk batu Hajar Aswad, yang atapnya terdapat ukiran nama-nama Asmahul Husna yang berwarna emas dengan latar putih. Karpet permadani yang digunakan untuk sajadah merupakan hadiah khusus dari Pemerintah Turki.

Kebanyakan masjid besar yang ada di Indonesia terdapat sebuah kubah besar pada bagian atapnya, seperti Masjid Istiqlal (Jakarta), Masjid Nasional Al Akbar(Surabaya), Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang), dan beberapa masjid lainnya. Namun lain halnya dengan Masjid Raya Sumatra Barat yang tidak memiliki kubah, melainkan mengikuti tipologi arsitektur Minangkabau dengan ciri bangunan berbentuk gonjong. Apabila dilihat pada bagian atas, masjid ini memiliki 4 sudut lancip yang mirip dengan desain atap rumah gadang.

Wisata Halal Sumbar

Konstruksi bangunan Masjid Raya ini dirancang sesuai dengan kondisi geografis Sumatera Barat, yang beberapa kali diguncang gempa berkekuatan besar. Atas dasar tersebut, masjid dibangun dengan struktur dan desain konstruksi yang kuat, anti guncangan sehingga diharapkan aman dari guncangan gempa hingga 10 skala richter.

Masjid Raya ini fungsinya tidak sebatas rumah ibadah. Bangunan yang berada tak jauh dari Pantai Padang itu dapat dijadikan sebagai shelter lokasi evakuasi tsunami dengan memanfaatkan lantai II dan lantai III masjid.