Kenapa Orang Pariaman Susah Menyebut ‘R’ ?

Kenapa Orang Pariaman Susah Menyebut ‘R’ ?
Kalau ditanya, apakah orang Pariaman bisa menyebut huruf R, jawabannya pasti bisa. Namun kalau kita mendengar orang Pariaman berbicara semua huruf R akan berubah bunyinya menjadi GH

Kabarantau.com - Kalau ditanya, apakah orang Pariaman bisa menyebut huruf R, jawabannya pasti bisa. Namun kalau kita mendengar orang Pariaman berbicara semua huruf R akan berubah bunyinya menjadi GH. Contoh bara (berapa) diucapkan bagha, rumah diucapkan ghumah, bareh (beras) diucapkan bagheh dan seterusnya. Entah bagaimana asal mulanya saya juga tidak tahu kenapa bisa begitu. Ketika ditanya kepada orang-orang tua mereka juga tidak bisa menjawab dengan pasti. Malahan jawaban asal sering muncul, seperti orang Pariaman kan sama dengan bule susah menyebut huruf R.


Selain berubah bunyi, bahkan ada beberapa kata yang dihilangkan unsur R nya. Seperti Pariaman sering disebut dengan Piaman. Karambia (kelapa) disingkat menjadi kambia. Baraja (belajar) disingkat menjadi baaja. Bari (beri) menjadi bai. Baru menjadi bau, dan masih banyak lagi.


Satu hal yang unik adalah jika berbahasa lain seperti bahasa Indonesia, orang-orang Pariaman ini bunyi huruf R nya sangat jelas. Berbeda dengan daerah lain yang susah menyebut huruf tertentu, mereka akan tetap tidak bisa menyebut huruf tersebut. Misal seperti orang Jepang yang susah menyebut huruf L, orang China yang susah menyebut huruf R atau orang Bali yang susah menyebut huruf T. Menggunakan bahasa manapun, huruf tersebut tetap susah mereka ucapkan. Nah, bagi orang Pariaman mereka hanya susah menyebut huruf R ketika mereka menggunakan bahasa Minang logat Pariaman.


Saya mencoba mencari referensi untuk menjawab pertanyaan di atas, namun belum saya temukan jawaban yang pasti. Mungkin bagi rekan-rekan yang tertarik dengan bidang linguistik bisa meneliti hal tersebut. Apakah ada pengaruh dari daerah luar sebab dahulunya Pariaman merupakan kota pelabuhan yang sangat maju. Bukan tidak mungkin ada akulturasi budaya asing yang menyebabkan berubahnya bunyi huruf R tersebut. Bagi saya pribadi fenomena ini sangat menarik karena orang Pariaman ini bisa menyebut huruf R tapi dalam berbicara mereka seakan-akan susah mengucapkannya.


Ada satu hal menarik lainnya yakni jika huruf R tersebut bertemu huruf konsonan, maka bunyi R nya tidak berubah manjadi GH. Contoh korma tetap diucapkan karma bukan koghma. Semakin manarik bukan? Apakah ada daerah lain di Nusantara ini yang mempunyai fenomena seperti orang Pariaman ini?