Mitos vs Fakta Menarik tentang Orang Padang (Minang). Sebagai Penduduk Asli, Kamu Harus Tahu!

Mitos vs Fakta Menarik tentang Orang Padang (Minang). Sebagai Penduduk Asli, Kamu Harus Tahu!
Orang Padang atau orang minang sudah terkenal di berbagai penjuru tanah air ini, orang Padang terdapat di daerah mana saja dari sabang sampai merauke mulai dari kota kecil hingga kota besar.

Kabarantau. com - Ibukota Provinsi Sumatera Barat, disini terdapat beberapa kabupaten dan kota Seperti Pariaman, Padang Panjang, Sawahlunto dan lainnya, orang Sumatera Barat juga sering disebut orang Minang yang berasal dari kata suku Minangkabau.

Orang Padang atau orang minang sudah terkenal di berbagai penjuru tanah air ini, orang Padang terdapat di daerah mana saja dari sabang sampai merauke mulai dari kota kecil hingga kota besar. Berikut Mitos vs Fakta Tentang Orang Minang :


1. Orang Minang Itu Perantau

Sebagian besar orang Padang (Minang) gemar merantau, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor salah satunya faktor ekonomi, minimnya lapangan pekerjaan di kampung halaman mmbuat mereka dengan berat hati menuju negeri seberang untuk mencari nafkah, sebagian besar perantau ini memilih berdagang sebagai profesi utamanya.

Usaha yang populer orang di Perantauan adalah membuka rumah makan masakan padang, berjualan pakaian dan produk fashion lainnya, contohnya, orang minang sangat mudah dijumpai berjualan di pusat grosir pakaian terbesar di Indonesia yaitu Tanah Abang dan lebih dari 70% penjual pakaian disana adalah orang Padang.

Andai saja Bulan dan Planet Mars Sudah bisa dihuni oleh manusia mungkin orang Padang(Minang) sudah merantau juga kesana. ????


2. Orang Minang itu Pelit

Penilaian negatif ini sudah lama berkembang dan tertancap di benak masyarakat Indonesia, prasangka negatif ini tidak sepenuhnya betul, mungkin saja anda kebetulan saja sedang apes bertemu dengan orang yang pelit dan kebetulan juga berasal dari Padang.


Kenyataannya:

Orang Padang(Minang) adalah orang yang selektif termasuk dalam menggunakan uang, karena sebagia besar mereka adalah pedagang maka tentu mereka akan menghitung terlebih dahulu skala prioritas dalam penggunaan uang. Banyak dari perantau Padang(Minang) ikut membantu dalam pembangunan di kampung halaman salah satunya pembangunan masjid, apabila hari raya tiba biasanya para perantau ini berlomba-lomba meyumbang untuk pembangunan masjid di kampung halamannya bahkan jumlahnya bisa menyentuh angkaa ratusan juta Rupiah lho…

Orang Padang (Minang) juga mempunyai rasa sosial yang sangat tinggi, mereka yang sudah sukses biasanya tidak ragu-ragu memberi modal udaha kepada keluarga yang masih kekurangan atau sedang menganggur.


3. Orang Minang Itu Cerewet

Sebagian besar watak orang Sumatera adalah keras dan tegas, tidak suka bertele-tele itulah prinsip yang dipegang kebanyakan orang Padang, kalau ngomong apa adanya, bagus bilang bagus, sakit ya bilang sakit, tidak suka ya bilang tidak suka. Kerasnya kehidupan dan dilalui membentuk pribadi yang tegas to the point pada orang Padang, jadi anda jangan sampai salah kaprah menangkap ketegasan sebagai suatu sikap yang kasar dan cerewet.


4. Laki-Laki Minang Dibeli

Banyak yang beranggapan bahwa lelaki Padang itu kalau mau menikah harus dibeli dan harganya cukup mahal bisa sampai ratusan juta.


Kenyataannya:

Tidak semua laki-laki minang itu dibeli hanya di Pariaman saja laki-laki yang dibeli dan masih berlaku sampai saat ini, sebenarnya tidak ada transaksi manusia disini, yang adalah proses adat istiada yang belaku pada masyarakat Pariaman, setiap pihak calon mempelai wanita memberikan sejumlah uang yang jumlahnya sudah dimusyawarahkan dengan keluarga calon mempelai pihhak pria, uang pemberian ini biasanya disebut uang jemputan, adapun tujuannya adalah sebagian bekal untuk mempela pria dalam membangun rumah tangga dan sebagiannya lagi untuk biaya resepsi pernikahan atau disebut juga denganBaralek.

Di Pariaman ini biasanya besar uang jemputan dilihat dari profesi dan penghasilan, laki-laki dengan profesi populer seperti Polisi, Tentara, Dokter mendapatkan uang jemputan yang besar dengan kisaran Rp.50 Juta sampai dengan Rp.150 Juta.


5. Orang Padang (Minang) Itu Dijodohkan

Perjodohan bukanlah hal yang wajib lagi bagi orang minang, sama dengan masyarakat suku lainnya tentu orang tua ingin anaknya memiliki pasangan hidup yang baik dari segi finansial, pendidikan, agama dan prilaku, kalau orang jawa terkenal dengan istilah lihat bibit, bebet dan bobotnya megitu juga dengan orang minang.

Sekarang perjodohan orang Minang tidak terlalu kental, banyak orang tua memberikan kebebasan untuk anaknya dalam memilih pasangan hidup, walaupun memberi kebebasan memilih, para orang tua ini tetap memberi kriteria calon pasangan seperti apa yang baik kapada anaknya. Jadi tinggalkan prasangka negatif mengenai perjodohan orang Padang.


6. Harus Menikah dengan Suku Yang Sama

Banyak kejadian patah hati apabila berhubungan dengan orang minang, banyak juga hubungan yang terpaksa kandas ditengah jalan tidak direstui orang tua yang tidak mengizinkan anaknya menikah dengan suku lain, kejadian patah hati karena alasan perbedaan suku ini terkumpul dan menhghadirkan opini bahwa orang Padang melaraang anaknya menikah dengan orang yang bersuku lain.


Kenyataannya:

Tidak semua orang Padang(Minang) melarang anaknya menikah dengan orang yang bersuku lain, banyak juga orang Padang yang menikah dengan orang Jawa, orang Sunda, Batak bahkan mancanegara seperti Eropa, Amerika dan lain-lainnya.

Kalaupun ada yang patah hati karena hubungan dengan orang Padang yang kandas karena alasan perbedaan suku itu hanya kebetulan saja, sifat alami orang tua yang tida ingin kehilangan anaknya atau tidak ingin jauh dari anaknya adalah yang menjadi alasan utama kenapa mereka terpaksa tegas melarang hubungan beda suku.


(Sumber : Ariesti Puja - Hipwee)