Wisata Ranah Minang yang Romantis dan Legendaris

Wisata Ranah Minang yang Romantis dan Legendaris

Kabarantau.com - Cerita keindahan Sumatera Barat memang nggak ada habisnya. Setelah kemarin kita mengulik pantai-pantai perawan nan menawan di Ranah Minang ini, sekarang saatnya kita melihat tempat romantis dan legendaris. Tempat-tempat ini akan memanjakan anda dan siapapun yang menginjakkan kaki bersama. Ada suasana romantis yang tercipta di balik cerita yang legendaris dari tempat ini. Yuk, kita lihat apa saja wisata ranah Minang yang romantis dan legendaris.

1. Pantai Air Manis

Sumatera Barat memang terkenal akan keindahan pantai-pantainya. Karena letaknya yang berada di tepian Samudera Hindia, membuat suasana tepian pantai dan air yang membiru bagaikan kolam renang. Tapi kali ini kita akan melihat sisi lain pantai ini selain pasir dan air.

Pernah mendengar kisah Malin Kundang? Ya, kisah legenda seorang anak asal Sumatera Barat yang dikutuk ibunya menjadi batu. Kisah ini sebenarnya mengajarkan kita untuk patuh dan taat kepada orang tua, khususnya ibu. Tapi Malin yang dari keluarga miskin, malu mengakui ibunya di depan istrinya yang keturunan bangsawan. Jadilah ia membohongi diri sendiri dan seiisi tepian pantai saat itu. Siapa sangka, murka sang ibu menjadi saksi fenomena yang meluluhlantakkkan kapal Malin Kundang sehingga menjadi batu. Kini, sisa-sisa batu yang dikenal si Malin Kundang itu masih tersujud di tepian pantai Air Manis. Nikmatilah hembusan angin dengan suasana romantis diantara batu-batuan Malin Kundang yang legendaris itu.

2. Jembatan Siti Nurbaya

Pernah membaca kisah Siti Nurbaya dan Datuk Maringgi? Kalau sudah berarti Anda termasuk generasi yang sudah saatnya dimuseumkan. Hehehhe (bercanda, Klikers!). Kalau belum, juga tak masalah, klikers. Siti Nurbaya adalah tokoh utama dalam novel Kasih Tak Sampai karya sastrawan mahsyur Marah Rusli. Siti Nurbaya yang mencintai kekasihnya Syamsul Bahri ternyata harus merasakan sakitnya perjodohan dengan kakek tua kaya raya bernama Datuk Maringgi. Lokasi cerita novel ini mengambil latar di Padang, Sumatera Barat.

Banyak tempat yang dikaitkan dengan isi cerita dalam novel ini. Salah satunya adalah makam Siti Nurbaya yang terletak di sebuah bukit padang tak jauh dari tempat ini yang dikemas dalam lingkungan taman bernama Taman Siti Nurbaya.

Nah, jembatan ini adalah jembatan yang akan membawa anda menuju lokasi makam Siti Nurbaya tersebut. Berada di atas Muara Batang Arau akan menjadikan Anda merasakan suasanan romantis saat membawa orang-orang tersayang Anda.

3. Jam Gadang

Wisata yang satu ini sudah tak asing lagi sebagai tempat wisata ranah Minang yang romantis. Terletak di Bukittinggi, jam ini dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia – Belanda.

Yang melegenda lagi dari tempat ini adalah jam ini digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat dua unit di dunia, yaitu jam Gadang dan Big Ben di London Inggris. Selain itu, jam ini juga dibangun tanpa menggunakan besi penyangga dan adukan semen. Campurannya hanya menggunakan kapur, putih telur, dan pasir putih.

Tak salah kalau Anda membuat daftar list untuk beromantis ria di tempat ini sambil menikmati sejarahnya yang legendaris. Wisata ranah Minang yang satu ini benar-benar menjadi favorit pengunjung Indonesia maupun macanegara.

4. Lembah Harau

Berjalan sedikit menurun ke bawah, Anda akan menemukan wisata ranah Minang yang memberikan sensasi berbeda. Udara segar ditemani hijaunya padi dan pepohonan, membuat Anda dan orang terkasih menjadi lupa pulang.

Selamat datang di Lembah Harau! Lembah ini berada di Desa Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Berkunjung ke sini seakan melihat paparan lembah yang asri dipagari dinding batu yang tinggi. Tapi siapa sangka, kalau lembah ini memiliki legenda yang cukup membuat bulu rona merinding.

Konon Lembah Harau dulunya adalah lautan. Seperti banyak batuan yang berada di sekitar lembah ini merupakan batuan yang selayaknya ada di lautan. Namun, dahulu ada seorang putri raja yang menenggelamkan diri ke dalam laut ini karena konflik keluarga yang dialaminya. Sang Raja khawatir dan terus berdoa agar laut itu menyusut. Setelah air mengering, ternyata sang putri sudah dikabarkan menjadi batu-batu tinggi yang bisa dilihat saat ini.

Berkunjung ke tempat ini, Anda akan ditemani suasana mengharubiru dikelilingi batuan yang besar dan warna hijau pepohonan yang memanjakan mata.

5. Greet Wall Koto Gadang

Wisata ranah Minang romantis nan legendaris selanjutnya adalah Great Wall Koto Gadang. Bangunan yang dikenal juga dengan sebutan Great Wall "China"nya Sumatera Barat ini terletak di Bukittinggi, Sumatera Barat. Ikon wisata ini cukup banyak diminati oleh para pengunjung, terutama waktu libur. Hamparan alam yang indah menawan serta tempat berolahraga kaki dengan menaiki jenjang yang konon jumlahnya seribu.

Janjang Seribu (Tangga Seribu) ini membentang dari Ngarai Sianok sampai ke ujung Nagari Koto Gadang. Anda dapat memandangi taman kota dan lanskap eksotis Ngarai Sianok. Great Wall Koto Gadang berdiri sejak zaman penjajahan Belanda dan dibangun secara bergotong royong.

Berkunjunglah kesini sambil meikmati indahnya Ngarai Sianok dengan legenda pembuatannya dari Zaman Belanda.

6. Istano Pagaruyung

Wisata ranah Minang romantis terakhir adalah sebuah istana yang megah. Istana ini berlokasi di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar dan 108 kilometer dari Ibu kota Sumatera Barat, Padang. Ini adalah bangunan rumah adat Minangkabau berbentuk rumah gadang yang dibuat dengan mempedomani Istana yang pernah ada sebelumnya dan mempedomani bangunan rumah gadang lainnya.

Komplek Istano Basa Pagaruyung yang mulai dibangun pada tanggal 27 Desember 1976 ini adalah nama tempat tinggal keluarga kerajaan Minangkabau yang sekaligus menjadi Pusat Kerajaan Minangkabau pada masanya, konstruksi bangunannya berbeda dengan rumah tempat tinggal rakyat.

Tak heran kalau istana ini menjadi tempat romantis ranah minang yang layak untuk Anda kunjungi.

Sumber