Lamaknyo, Gulai Gajeboh, Gulai Istimewa Khas Minang

Lamaknyo, Gulai Gajeboh, Gulai Istimewa Khas Minang

Kabarantau.com - Ditilik dari asal-muasalnya, gulai merupakan makanan khas Sumatera yang banyak ditemui di daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Lauk berkuah santan ini tercipta karena pengaruh masakan India yang dahulu dibawa oleh pedagang India yang singgah ke daratan Sumatera.

Aneka Gulai ini sering ditemui pada rumah makan khas Minang seperti menu Gulai Nangka, Gulai Ikan, dan Gulai Cincang. Tetapi masih banyak gulai lain yang belum banyak dikenal secara luas. Salah satu penyebabnya adalah karena bahan inti yang sulit didapat. Atau karena pengolahannya yang terbilang sulit.

Salah satu gulai yang masih terasa awam adalah Gulai Gajeboh. Yakni Gulai yang dibuat dari daging sapi bagian punuk. Gulai satu ini terkenal mengandung kolesterol yang tinggi karena punuk sapi terdiri atas gajih atau lemak yang cukup banyak.

Menu Gulai Gajeboh menjadi istimewa karena tidak semua rumah makan khas Minang menyajikan menu lezat ini, karena bahan utamanya cukup sulit didapat. Selain dibuat dari bagian punuk yang tinggi lemak, Gulai Gajeboh juga ditambahkan daging dan gajih atau lemak gurih yang melekat pada daging. Sehingga ketika digigit akan terasa seperti sedang mungunyah tulang muda dengan sensasi kriuk.

Bahan utama yang terbatas tersebut memang menjadi kendala karena jumlahnya tidak banyak pada satu ekor sapi. Namun kelangkaan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan bahan pengganti berupa daging sapi bagian sengkel yang banyak mengandung lemak bertekstur padat, tapi yang masih mengandung sedikit daging.

Meski sulit mendapatkan bahan utama, pembuatan Gulai Gajeboh cukup mudah. Setelah daging punuk atau sengkel dipotong seukuran daging rendang, selanjutnya direbus hingga empuk bersama bumbu seperti cengkeh, kayu manis, kapulaga putih geprek, kapulaga besar geprek, bunga pekak, batang serai geprek, daun kunyit, daun kari, daun jeruk, bawang goreng dan garam.

Penambahan bumbu tersebut, tak lain untuk menetralisir aroma prengus daging.

Rebusan daging kemudian ditambahkan bumbu halus berupa cabai merah, bawang putih, bawang merah, ketumbar, jinten, adas manis, lada, jahe, lengkuas, dan kunyit yang telah ditumis, sehingga tidak menimbulkan rasa dan aroma mentah bumbu. Terakhir, baru ditambahkan santan cair, lalu daging kembali direbus hingga benar-benar empuk dan kuah mengental.

Ketika merebus daging, usahakan menggunakan api sedang agar hasil dari masakan lebih sempurna dan tidak over cooked. Dalam artian, tekstur daging empuk dan menyerap bumbu dengan baik. Namun, setelah daging empuk kecilkan api agar penyerapan bumbu ke dalam daging tetap berlangsung namun tidak membuat Gulai Gajeboh gosong.

Karena kadar gajih atau lemaknya tinggi, sebaiknya Gulai Gajeboh disantap dalam keadaan panas, agar kandungan lemaknya tidak menempel di langit-langit mulut. Atau bisa juga dinetralisir dengan menyeruput teh tawar panas, untuk melumerkan sisa lemak yang tersisa di dalam mulut.

Sumber