Wajib Tahu : Masyarakat matrilineal terbesar dunia ada di Sumatra Barat

Wajib Tahu : Masyarakat matrilineal terbesar dunia ada di Sumatra Barat

Kabarantau.com - Minangkabau, nama ini sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Nama Minangkabau dapat merujuk pada suku dan teritorial tradisi tak kasat mata di Pulau Sumatera, Indonesia. Dan Provinsi Sumatera Barat-lah yang memang identik akan masyarakat Minangkabau-nya.

Namun, sebenarnya pengaruh tradisi dan budaya Minangkabau juga merambah ke sebagian barat Provinsi Riau, sebagian utara Provinsi Jambi dan Bengkulu sejak dahulu kala.

Beragam keunikan Minangkabau membuat etnis ini menjadi perhatian tersendiri. Keunikan utama dari suku ini adalah sistem kekerabatan yang dianut, yaitu sistem kekerabatan Matrilineal yang sangat langka.

Matrilineal adalah suatu adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu. Matrilineal berasal dari dua kata bahasa Latin, yaitu mater yang berarti ibu, dan linea yang berarti garis. Jadi, matrilineal berarti mengikuti garis keturunan yang ditarik dari pihak ibu.

Matrilineal merupakan salah satu aspek utama dalam mendefinisikan identitas masyarakat Minang. Adat dan budaya mereka menempatkan pihak perempuan bertindak sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan.

Garis keturunan dirujuk kepada ibu yang dikenal dengan Samande (se-ibu), sedangkan ayah mereka disebut oleh masyarakat dengan nama Sumando (ipar) dan diperlakukan sebagai tamu dalam keluarga.

Kaum perempuan di Minangkabau memiliki kedudukan yang istimewa, memainkan peranan dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan keputusan-keputusan yang dibuat oleh kaum lelaki dalam posisi mereka sebagai mamak (paman atau saudara dari pihak ibu), dan penghulu (kepala suku).

Pengaruh yang besar tersebut menjadikan perempuan Minang disimbolkan sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang (pilar utama rumah).

Walau kekuasaan sangat dipengaruhi oleh penguasaan terhadap aset ekonomi namun kaum lelaki dari keluarga pihak perempuan tersebut masih tetap memegang otoritas atau memiliki legitimasi kekuasaan pada komunitasnya.

Salah satu guru besar sejarah Indonesia yang juga berasal dari Sumatera Barat, Taufik Abdullah, mengungkapkan, "Jika Anda adalah seorang wanita Minangkabau, dan Anda hamil, maka keluarga dan orang-orang sekitar Anda akan berharap anak yang Anda kandung adalah perempuan."

Masyarakat Matrilineal Terbesar Di Dunia

Jika dipukul rata, sekitar 5 juta penduduk Minangkabau hidup di Sumatera Barat, yang sama artinya sekitar 3% dari keseluruhan penduduk Indonesia yang berjumlah 245 juta jiwa, maka tak heran apabila masyarakat Minangkabau disebut sebagai masyarakat matrilineal terbesar di dunia.

Selain itu sistem matrilineal ini sudah sangat jarang ditemukan di belahan dunia lain. Sistem matrilineal ini dahulu merupakan sistem kuno yang banyak dianut masyarakat primitif di bumi.

Tetapi seiring berjalannya waktu serta berbagai pengaruh-pengaruh yang menyerang sistem ini, tak ayal membuat banyak masyarakat meninggalkan matrilineal.

Selamat dan bertahannya sistem matrelineal pada masyarakat Minangkabau sampai saat ini patut diapresiasi. Yang mana dipercayai bahwa sejak pra-Hindu mayarakat Minangkabau telah menganut sistem ini.

Bahkan masuknya pengaruh Islam dan kolonial (penjajahan) yang lebih condong ke Patriakat, akan tetapi semua itu dapat dilalui sistem matrilineal ini untuk dapat terus ada.

Sumber