Urang Minang Bangun Tugu Photocopy Pertama di dunia

Urang Minang Bangun Tugu Photocopy Pertama di dunia

Kabarantau. com - Ciri khas dari seseorang maupun pada sebuah daerah biasanya ada dalam suatu hal yang menonjol pada diri orang maupun daerah tersebut, baik itu sifat, aktivitas dan kebudayaannya, maka itulah yang akan diabadikan sebagai lambang pada suatu daerah. Begitulah yang akan kita temui jika kita berjalan dari arah Sijunjung menuju Batusangkar. Dalam perjalanan yang tepatnya di Jorong Lareh Nan Panjang Kenagarian Atar Kecamatan Padang Gantiang Kabupaten Tanah Datar, kita akan menjumpai sebuah tugu, yaitu Tugu Photocopy yang dalam kisahnya memiliki sebuah makna mendalam dari keterangkatan perekonomian masyarakat setempat yang pada dasarnya sangat terpuruk.

Nagari Atar merupakan daerah topografi berbukit-bukit yang sulit untuk menopangkan hidup dan kehidupan dalam mengembangkan perekonomian keluarga dan masyarakat, khususnya pada segi pertanian, sebab daerah ini selain berbukit, juga merupakan wilayah bebatuan yang berkemungkinan tipis untuk mengembangkan pertanian.

Beralasankan faktor tersebut, demi melanjutkan kehidupan yang lebih layak, sekitar 30% masyarakat nagari atar lebih memilih hidup dirantau ketimbang hidup dikampung, dan lebih dari 90% diantaranya bergantung dari usaha Photocopy yang sebagian besar tersebar di Sumatera dan Jawa. Pak Haji Yuskar contohnya. Dia adalah salah seorang tokoh masyarakat perantau atar yang pertama kali membuka usaha Photocopy pada tahun 1974 di daerah bandung. Atas kerja keras dan usahanya dia telah memberikan contoh dan teladan bagi masyarakat sehingga masyarakat yang lain juga berminat dan membuka usaha Photocopy di rantau.

Dalam membangun Nagari Atar selama ini peranan perantau sangatlah besar karena warga atar yang terkenal dengan usaha Photocopy itu cukup berhasil dirantau dan sebagian ada yang menyisihkan sedikit hartanya untuk membangun kampung halaman. . " jika mereka sukses, mereka membawa anak kemenakan merantau dan mengembangkan bisnis Photocopy bahkan mereka tidak segan segan membantu membiayai modal anak kemenakan tersebut, bisa sukses dan setelah mereka bina sebagai karyawan bisa mandiri, mereka akan membantu modal. Sehingga dengan pola pegembangan usaha tersebut tidak ada putra atar padangganting yang terlantar atau tidak ada usaha jika mereka sudah berada diperantauan"papar Wali Nagari Atar Amir Syarifudin.

Oleh karena alasan itulah Para perantau dari Nagari Atar yang tergabung dalam Ikatan Warga Atar(IWATAR) ingin mengabadikannya dalam bentuk yang lain, sehingga mereka memprakarsai pembangunan Tugu Photocopy pertama. "Tugu ini dibangun sebagai lambang dan pemersatu para perantau yang tersebar di pulau jawa dan sumatera yang membuka usaha Photocopy dengan penduduk di kampung"pungkas pak Amir.

Keinginan masyarakat atar yang ada di kampung terhadap tugu Photocopy ini adalah supaya masyarakat atar yang ada di rantau ingat akan kampung halamannya tempat mereka dibesarkan. "Kami berharap sangat kepada seluruh masyarakat atar yang ada di rantau, supaya sekali-kali pulang dan mengabdilah untuk kampung halaman. Jan lupo kacang ka kuliknyo"tegas Pak Haji Yuskar, ketika kami jumpai di atar pada beberapa waktu lalu.

Masyarakat menyadari Tugu Photocopy ini bukan hanya sebagai tugu biasa, tapi dibalik itu punya nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat mendalam antar sesama warga Atar khususnya. Mereka semua menghimbau untuk tetap menjaga keabadian Tugu Photocopy tersebut sehingga menjadi sejarah dan pelajaran oleh generasi mendatang.

Sumber